Ruparupanya…

Informasi campur-campur

Archive for July 22nd, 2008

Tentang Kangen Band

Posted by Putu Steven Mendra on July 22, 2008

Hehe… saya sendiri bingung kalo mo ngomong tentang ini, apa sudah basi, expired, atau telat, tapi setidaknya sebagai seorang “biasa” yang kebetulan love music very much rasanya ingin sekali nimbrung ngasi komentar ke 5 anak ajaib ini.

Fokus saya kali ini yaitu pada single hit-nya berjudul “Do’i” (Atau Doi ? ) Overall memang dapat dikatakan kalo Kangen Band sudah mengalami peningkatan musikalitas walopun juga belum dapat dikatakan optimal, tapi nuansa progress dan pergerakannya emang mulai tercium kok.

Terlepas dari lagu-lagunya yang memang Indonesian Hits, single Doi ini secara sound juga mulai terasa menggeliat. Penggunaan distorsi yang semakin baik (agak berat mengatakannya) didukung beberapa ad lib-ad lib melody ber-delay tentunya juga harus kita hargai sebagai sebuah usaha.

Saya bukan penggemar mereka, apalagi penggemar lagu-lagu mereka, tapi setidaknya dengan ketidaksombongan Kangen Band, dengan niat mereka yang tulus menerima umpatan, ejekan, cemoohan dari siapapun, dengan eksistensi mereka (sampai saat ini sih…), membuat ibu jari saya sedikit bergeser dari menunjuk ke bawah bergeser menunjuk ke kanan, walaupun rasanya belum sanggup untuk menunjuk ke atas. Sorry…

BRAVO MUSIC INDONESIA!!!

Posted in Musik | Leave a Comment »

Pemilu Sebentar Lagi

Posted by Putu Steven Mendra on July 22, 2008

Emang sih Pelaksanaanya Pemilu masih lumayan (kira – kira setaon lagi) tapi euforianya bener-bener udah terasa. Sampe saat ini, udah gak kehitung berapa banyaknya pamflet, spanduk, umbul-umbul, stiker, poster, ampe kaos-kaos oblong bertebaran (atau berserakan ?) dimana-mana. Bikin kotor ? udah pasti, tapi yang jelas Pesta Demokrasi emang gak seru kalo gak “rame”. Nah biar ikut nambah  rame, RUPA-RUPAnya juga punya usul, saran, and masukan buat Pemilu tercinta kita ini.

1. NASI BUNGKUS PEMERSATU BANGSA
Buat ngurangin yang golput, pas pemilihan, sediain nasi bungkus buat para pemilih. Dijamin deh bakalan banyak yang antri di TPS (tapi tetep juga sih gak kejamin juga mereka pada milih ato cuma ngantri nasi bungkus, hehe). Gak usah kuatir dibilang pemborosan APBN toh yang menikmati juga seluruh rakyat. So, yang namanya “Pesta” itu baru manteb (pake B) kalo ada makan-makannya. Tul gak ?

2. RAGAM BUDAYA DALAM HARMONI
Namanya juga pesta (baca : hajatan) khan gak seru kalo gak ada hiburannya. Nah coba aja ngundang wayang kulit, wayang golek, ketoprak, drama gong, atau apapun sesuai dengan budaya lokal yang sekiranya bikin kita betah. Di satu sisi kita banyak membantu peningkatan pemasukan seniman lokal, sedang di sisi yang lain kita bisa promosi gratis (bacalagi : GRATIS) ke seluruh dunia. Terang aja, Indonesia, sebuah negara besar dan terkenal lagi ngadain Pemilu, siapa yang gak mau ngeliput coba?

3. SAY NO TO TV !
Ups! Kok rada nyeleneh ya ? Secara kalo di TPS-TPS udah ada pertunjukkan rakyatnya khan bisa jadi garing kalo yang mestinya nonton wayang kulit dan sebagainya masih pada duduk diam manis di depan TV. Lupakan dulu sinetron, FTV, telenovela dan sebangsanya. Kalo perlu semua stasiun TV tutup aja dulu pas Pemilu (khan itung-itung libur mas, mbak. Toh ikut milih juga khan ?)

4. MATIKAN LAMPU PENERANGAN
Hahaha, pasti banyak yang ngira kalo hal ini pasti titipan pesan dari PLN. Sebenarnya gak juga sih, terlepas dari krisis listrik yang sedang kita alami saat-saat ini mematikan lampu penerangan adalah salah satu tindakan sederhana dan bijaksana yang bisa kita lakukan. Tapi maksud RUPA-RUPAnya bahwasanya mematikan lampu-lampu penerangan gak lebih dari sekedar bikin sensasi bareng-bareng itung-itung bisa masuk Guiness Book, minimal MURI (belum ada khan orang se-Indonesia matiin lampu bareng pas Pemilu ?). Setidaknya kita bisa bikin orang luar negeri pada bilang, “Orang Indonesia ada-ada saja” :)

Selamat memilih, gunakan hak pilih anda dengan baik dan sebaik-baiknya.

DISCLAIMER : Segala materi yang dituliskan di sini adalah murni hasil pemikiran dan opini dari penulis rupa-rupanya. Tidak ada maksud untuk menyakiti apalagi sampai menyayat-nyayat hati orang lain. Semua ini murni bentuk sumbangsih bagi siapapun yang rela “menyisihkan” sedikit waktunya untuk membaca ini. Segala bentuk subjektifitas dan atau objektifitas dikembalikan lagi kepada anda. 

Posted in Campur-campur | Leave a Comment »